Lewat Belajar Online, Anak Kabupaten Juga Bisa Sukses

Di era serba digital ini, kita dapat dengan mudah mengakses internet di manapun dan kapanpun. Hal tersebut mempengaruhi sistem pembelajaran yang kian berubah, termasuk dengan maraknya kelas online sejak pandemi Covid19 melanda.

Aturan Social distancing yang membuat kita terjebak di rumah, membuat interaksi digital lebih sering dilakukan. Mulai dari guru yang mengajar lewat Zoom atau Google Meeting sampai toko-toko yang berbondong-bondong membuka online shop di Shopee dan Tokopedia.

Lewat Belajar Online,  Anak Kabupaten Juga Bisa Sukses

Setelah pandemi mereda pun segala kegiatan online tersebut tidak hilang seketika, apalagi dengan banyak orang yang telah terbiasa dan nyaman dengan segala kemudahan yang ditawarkan. Sama halnya dengan aku.

Karena pandemi membuat tempat les bahasa Inggrisku terpaksa tutup sementara, aku mulai mencari cara untuk tetap bisa melanjutkan belajar bahasa Inggris di rumah. Awalnya aku hanya menonton video pembelajaran di YouTube dan platform media sosial lainnya. Namun, aku kurang paham dengan materinya dengan metode itu.

Belajar Online Membuka Kesempatan Baru

Sedari dulu cara belajarku memang lebih ke one on one yaitu harus bertemu langsung dengan pengajar dan dijelaskan langsung pematerinya. Aku juga kesusahan untuk berlatih berbicara dengan bahasa Inggris karena kekurangan lawan bicara.

Maka dari itu, mama mendaftarkanku kelas bahasa Inggris online privat. Di kelas online ini, kami fokus berlatih speaking. Wah, rasanya menyenangkan sekali bisa berbicara banyak hal dan bermain game seru sambil belajar bersama guru bimbelnya. Cara belajarnya simpel dan jam belajarnya juga cukup fleksibel.

Hanya dengan menggunakan aplikasi Google Meeting dan beberapa website game belajar bahasa Inggris, aku dapat berlatih berbicara dengan pengajarku layaknya teman sebaya. Aku yang dulunya agak kesusahan berbicara bahasa Inggris kini menjadi lebih percaya diri dan tidak begitu kaku lagi setelah banyak berlatih.

Dari kelas online ini, aku juga diajak oleh ibu guruku untuk menjadi narasumber sebuah acara webinar. Di sana, aku mempresentasikan diri dan karyaku menggunakan bahasa Inggris. Tak hanya itu, aku beberapa kali berkesempatan untuk mengobrol langsung dengan native speaker dari Amerika dan Inggris.

Aku pun bisa ikut berbincang dengan teman dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain. Meski jarak kami sungguh jauh, kami dapat berbaur dengan adanya internet dan kelas online sebagai penghubung.

Belajar Online Banyak Pilihan

Setelah merasakan serunya kelas bahasa Inggris, aku ketagihan belajar dan mencoba hal baru lewat kelas online. Dengan banyaknya pilihan kelas, aku bebas memilih sesuai dengan minatku. Beberapa kelas sudah aku ikuti secara online diantaranya kelas bahasa Jepang setiap hari Minggu dan kelas Voice Over untuk pemula. Aku bisa meningkatkan keahlian baru meski hanya dari rumahku yang berada di sebuah kota kabupaten kecil.

Beberapa kelas yang sudah kuikuti secara online:

1.      Kelas Bahasa Jepang

Sejak aku mendapatkan pelajaran bahasa Jepang sebagai pelajaran pilihan, aku menjadi penasaran dan ingin belajar lebih banyak mengenai bahasa Jepang. Akhirnya aku mendaftar les bahasa Jepang online yang aku temui di Twitter atau X. Kelasnya hanya seminggu sekali namun aku dapat belajar lebih banyak bahasa Jepang disini melalui PDF yang diberikan dan juga banyaknya latihan soal. Aku bisa belajar huruf hiragana, katakana, dan kata-kata dalam bahasa Jepang dengan waktu yang cukup singkat. Karena belajar bersama guru yang cocok denganku, rasanya kegiatan belajar lebih menyenangkan!

2.      Belajar menulis cerita pendek

Aku bersyukur banget terpilih mengikuti pelatihan menulis online. Hanya bermodal WhatsApp dan Zoom, aku menyimak berbagai materi baru dan brainstorming bersama coach-coach yang sudah berpengalaman, seperti Ibu Reda Gaudiamo dan Ibu Debby Lukito.

Aku diajak mengenal berbagai hal mengenai iklim dan pencemaran lingkungan. Tak hanya itu aku juga diberi tips dan pelatihan menulis cerita pendek. Dari kelas ini, aku dapat berkenalan dengan penulis anak dan remaja dari berbagai daerah dan menerbitkan buku berjudul Seribu Pohon Satu Bumi bersama mereka di Penerbit Alinea.

3.      Kelas Voice Over

Sebagai seorang blogger, mamaku suka sekali membuat konten video di Instagram dan Tiktok. Maka aku seringkali mengisi suara untuk konten tersebut, sementara adikku membantu mengedit. Aku pun mengikuti kelas online agar bisa mengisi suara dengan teknik yang baik dan benar. Ternyata, selama ini aku masih banyak salahnya.

Di kelas ini, aku belajar mengenali tipe suara dan jenis voice over yang cocok denganku. Guru pembimbingku memberi banyak latihan dan tips yang sangat membantu. Beliau juga mengajari kami bagaimana cara untuk terjun ke dunia voice over profesional. Sungguh pengalaman yang berkesan!

Jarak Tak Jadi Penghalang Kemajuan

Aku tinggal di kota kecil di mana tempat les belum begitu banyak pilihan. Kalaupun ada tempat kursus yang bagus dan fasilitasnya memadai, jaraknya cukup jauh dari rumah dan biaya lesnya termasuk mahal. Tak hanya menguras uang namun juga tenaga untuk mencapai tempat les sehari-hari.

Beruntungnya, dengan biaya terjangkau dan akses internet yang baik, kini aku dapat mengikuti kelas-kelas yang aku mau. Tak jarang aku menemui kelas online gratis dengan materi-materi yang berbobot pula. Ya, jarak dan waktu tak jadi penghalang kemajuanmu. Kamu bisa sukses dengan giat mengikuti kelas online via internet, manfaatkan teknologi.

Lewat Belajar Online,  Anak Kabupaten Juga Bisa Sukses

Semua kelas online yang aku ikuti rata-rata memiliki sistem yang sama, menggunakan Google Meeting atau Zoom sebagai ruang kelasnya. Kelas online sangat membantuku untuk menggali pengetahuan dan menambah pengalaman.

Kuliah Fleksibel dan Menyenangkan Lewat UT

Saat ini, beberapa temanku berencana ingin langsung bekerja setelah lulus SMA. Tapi mereka juga sadar betul pentingnya kuliah. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk melakukan keduanya sekaligus, kuliah sambil bekerja.

Universitas Terbuka menjadi salah satu pilihan terfavorit untuk mereka yang ingin menempuh pendidikan sambil bekerja mencari uang. Adanya pilihan kuliah daring mempermudah mereka yang ingin berkuliah dengan waktu yang lebih fleksibel, tanpa batasan jarak dan waktu.

Tak hanya fleksibel, biaya kuliah di Univesitas Terbuka cukup terjangkau dan mutu akademiknya terjamin. Meski kuliahnya daring, jurusan yang tersedia tak kalah dengan universitas negeri lainnya. Mulai dari sastra inggris bidang minat penerjemahan hingga matematika, semuanya ada! Tak hanya program sarjana, UT juga menyediakan program diploma dan pascasarjana.

Lewat Belajar Online,  Anak Kabupaten Juga Bisa Sukses

Universitas Terbuka kian berkembang. Kita tak hanya belajar mandiri lewat modul, tapi juga didampingi para dosen dan mentor yang membantu kita untuk memahami materi pelajaran via kuliah online.

Oh iya, Mamaku dulu juga kuliah jurusan ilmu komunikasi di UT, lho. Beliau yang sedang kuliah luring jurusan Manajemen di universitas lain juga bisa menempuh pendidikan di Universitas Terbuka berkat kuliah online.  Yang penting, bisa membagi waktu dengan baik.

Jadi, untuk kalian yang tinggal jauh dari kota atau memiliki waktu terbatas untuk belajar secara luring bisa banget lho mempertimbangkan untuk belajar hal yang kalian minati lewat online. Dengan belajar online yang waktunya fleksibel, kita dapat menghemat uang dan tenaga, mengikuti berbagai kelas yang lebih bervariasi dan mendapat relasi yang lebih luas. Anak kabupaten pun bisa maju berkat belajar online. 

Sumber Foto: Pixabay.com

 

Komentar